You need an account to use this feature. It's quick and free — join now to continue!
Di usia dua belas tahun, Raka terbiasa berpindah kontrakan dan menyimpan kenangan di saku jaketnya. Petunjuknya cuma kartu pos lusuh dan rekaman suara lama. Saat ibunya sakit dan memintanya mencari sang ayah, Raka menumpang bus antarkota, menyusuri terminal, pasar malam, hingga gang sempit yang samar-samar terasa familiar. Di tiap perhentian, ia bertemu orang-orang kecil dengan kebaikan yang tidak bising: sopir yang cerewet tapi perhatian, penjaga warnet yang peka, pemilik kios kaset yang hobi nawar. Badannya capek, hatinya juga, namun rasa ingin tahunya tetap menyala. Jejak itu menggiringnya ke kota pelabuhan yang basah angin dan cerita basi yang belum selesai. Rumor tentang seorang lelaki yang selalu pergi sebelum fajar menuntun Raka ke pintu-pintu yang tidak selalu mau terbuka. Saat kenyataan tidak secantik harapan, ia harus memilih antara terus mengejar bayangan atau belajar memaafkan yang absen. Perjalanannya tidak menutup luka seketika, tetapi mengajarinya cara merawatnya. Pada akhirnya, Raka paham bahwa pulang bukan sekadar alamat, melainkan orang-orang yang menjaga langkahnya.
Chapter 28
Chapter 27
Chapter 26
Chapter 25
Chapter 24
Chapter 23
Chapter 22
Chapter 21
Chapter 20
Chapter 19
Chapter 18
Chapter 17
Chapter 16
Chapter 15
Chapter 14
Chapter 13
Chapter 12
Chapter 11
Chapter 10
Chapter 9
Chapter 8
Chapter 7
Chapter 6
Chapter 5
Chapter 4
Chapter 3
Chapter 2
Chapter 1-2
Chapter 1
Rate this manga
Please login to write a comment.
LoginNo comments yet. Be the first to discuss!
Login
Login untuk masuk.
Welcome back! Please enter your details.
Register
Register untuk login.
Join us today! Enter your details below.