Arka terbangun di padang garam dengan inti merah kirmizi berdetak di dadanya, menggantikan hati yang seharusnya ada. Sebuah kompas tua yang memerah saat mendeteksi luka batin menuntunnya dari kota rel hingga pelabuhan awan. Di perjalanan, ia bertemu Mara, kartografer berkaki prostetik yang memburu peta paling mustahil, dan Kumo, musisi jalanan yang bisa membaca warna emosi. Mereka menukar pekerjaan kecil, membongkar legenda pasar malam, dan menyusun kembali serpihan memori yang tercecer di sepanjang rute petualangan mereka. Namun gema Hati Kirmizi mengundang bahaya. Konsorsium Pucat mengincarnya untuk memanen empati sebagai senjata. Setiap kali Arka menolong orang, hatinya menguat tetapi mencuri potongan kenangan yang paling lembut. Jejak mereka berakhir di Mesin Tenun yang konon mengatur cuaca berdasarkan emosi kota. Di ambang putaran terakhir, Arka harus memilih memecahkan Hati Kirmizi demi membebaskan perasaan yang dikurung, atau mempertahankannya dengan risiko kehilangan jati diri selamanya.
Chapter 52
Chapter 51
Chapter 50
Chapter 49
Chapter 48
Chapter 47
Chapter 46
Chapter 45
Chapter 44
Chapter 43
Chapter 42
Chapter 41
Chapter 40
Chapter 39
Chapter 38
Chapter 37
Chapter 36
Chapter 35
Chapter 34
Chapter 33
Chapter 32
Chapter 31
Chapter 30
Chapter 29
Chapter 28
Chapter 27
Chapter 26
Chapter 25
Chapter 24
Chapter 23
Chapter 22
Chapter 21
Chapter 20
Chapter 19
Chapter 18
Chapter 17
Chapter 16
Chapter 15
Chapter 14
Chapter 13
Chapter 12
Chapter 11
Chapter 10
Chapter 9
Chapter 8
Chapter 7
Chapter 6
Chapter 5
Chapter 4
Chapter 3
Chapter 2
Chapter 1
Rate this manga
Please login to write a comment.
LoginNo comments yet. Be the first to discuss!
Login
Login untuk masuk.
Welcome back! Please enter your details.
Register
Register untuk login.
Join us today! Enter your details below.