You need an account to use this feature. It's quick and free — join now to continue!
Alya, mahasiswi tahun pertama yang perfeksionis, tumbuh dengan rasa bersalah setiap kali punya keinginan yang tidak sesuai ekspektasi orang lain. Untuk menata pikirannya, ia menulis blog anonim berjudul Not a Sin yang berisi catatan jujur tentang ambisi, cinta, dan batas sehat. Blog itu tiba-tiba viral dan mempertemukannya dengan Bima, ilustrator sekaligus barista yang suportif. Dalam ruang diskusi kecil yang mereka bangun, Alya mulai belajar membedakan mana kebutuhan, mana keinginan, dan mana rasa takut yang selama ini menahannya. Saat identitas Alya bocor, respons publik dan keluarga membesar, beasiswanya terancam, serta Not a Sin dituding memprovokasi. Di tengah badai itu, Alya dan Bima menyusun langkah: mengubah blog menjadi proyek kreatif terbuka yang mengedukasi tentang persetujuan, empati, dan tanggung jawab atas pilihan pribadi. Alya menyadari bahwa keinginan bukan sekadar soal romansa, melainkan tekad untuk memimpin hidupnya sendiri. Dengan berani, ia menegosiasikan batas, memperbaiki relasi yang layak, dan merelakan yang toksik, sambil tetap memegang kendali atas suaranya.
Chapter 37
Chapter 36
Chapter 35
Chapter 34
Chapter 33
Chapter 32
Chapter 31
Chapter 30
Chapter 28
Chapter 27
Chapter 26
Chapter 25
Chapter 24
Chapter 23
Chapter 22
Chapter 21
Chapter 20
Chapter 19
Chapter 18
Chapter 17
Chapter 16
Chapter 15
Chapter 14
Chapter 13
Chapter 12
Chapter 11
Chapter 10
Chapter 9
Chapter 8
Chapter 7
Chapter 6
Chapter 5
Chapter 4
Chapter 3
Chapter 2
Chapter 1
Rate this manga
Please login to write a comment.
LoginNo comments yet. Be the first to discuss!
Login
Login untuk masuk.
Welcome back! Please enter your details.
Register
Register untuk login.
Join us today! Enter your details below.