Di tengah malam Jakarta yang lembap, Naya, seorang koas kedokteran, menghadapi pasien misterius yang pulih dari luka fatal dalam hitungan menit. Lelaki itu bernama Ardan, sosok abadi yang menawarkan pertukaran berbahaya untuk menyelamatkan adik Naya yang kritis. Hanya satu tetes darah Naya yang dibutuhkan untuk mengikat hidup mereka, menghadiahinya daya tahan tak wajar dan potongan ingatan dari berabad-abad lalu, tetapi juga menautkan rasa sakit dan risiko kematian. Kesepakatan diterima, dan Naya mulai merasakan dunia yang lebih sunyi sekaligus lebih bising, di mana detak jantung orang lain dapat memantul di dalam kepalanya sendiri. Saat ikatan menguat, mereka diburu oleh Katedral Merah, sindikat yang memperdagangkan keabadian seperti komoditas. Jejak investigasi membawa keduanya menyusuri arsip Kota Tua, catatan pelaut yang terlupakan, hingga sebuah pulau upacara yang menyimpan rahasia tetes pertama. Naya menemukan bahwa garis keluarganya sejak lama menjaga kebenaran yang disamarkan oleh mitos dan kapital. Untuk memutus siklus, mereka harus memilih antara menyebarkan penawar yang bisa mengguncang tatanan dunia atau mengorbankan diri agar rahasia tidak pernah digunakan lagi.