Di sekolah, Ryuuzaki-san dikenal sebagai gadis cantik yang tenang, rapi, dan sulit didekati. Namun entah kenapa, setiap berada di dekatku, ia berubah total jadi lembut, perhatian, dan sedikit malu-malu. Dari obrolan singkat saat piket sampai pulang bareng di bawah hujan, sisi manisnya yang jarang terlihat itu selalu muncul hanya untukku, membuatku bingung apakah ini kebetulan, rahasia, atau… perasaan. Seiring hari-hari berjalan, momen kecil yang kami bagi pelan-pelan menggambar jarak baru di antara kami. Rumor teman sekelas, acara sekolah, tugas kelompok, dan salah paham yang kocak sering menguji keberanian untuk jujur. Di balik tatapan cool yang dijaga Ryuuzaki-san di depan orang lain, ada kelembutan yang terus ia sembunyikan. Pertanyaannya tinggal satu: berani kah kami mengaku kalau yang spesial ini bukan sekadar kebetulan?