Di kota kecil yang selalu diselimuti kabut, seorang gadis memiliki anugerah untuk mendengar bisik jiwa yang belum bisa beristirahat. Ia bertugas mengantar mereka pulang dengan ritual bunga dan nyanyian duka, menyulam harapan agar luka yang tertinggal dapat memudar. Saat sebuah arwah pendendam mulai mengacaukan ritus pemakaman, ia dipaksa menelusuri jejak masa lalu yang disembunyikan oleh keluarga berpengaruh di kota itu. Ketika kebenaran terkuak, ia menyadari bahwa duka tidak hanya milik yang telah pergi. Untuk menutup luka masa lampau sekaligus menyelamatkan masa kini, sang gadis harus memilih antara mempertahankan kenangan yang membelenggu atau merelakan segalanya berjalan menuju ketenangan. Keputusan akhirnya menjadi kunci, bukan hanya bagi jiwa-jiwa yang tersesat, tetapi juga bagi dirinya sendiri.