Hana, ketua humas BEM yang perfeksionis, punya satu aturan hidup yang ia pegang teguh: tidak pacaran sampai lulus. Saat kanal media kampus kekurangan trafik, ia dipaksa berkolaborasi dengan Rio, kreator konten populer yang genit dan spontan, untuk proyek Festival Kreatif. Untuk menyelamatkan anggaran dan citra organisasi, mereka meluncurkan serial eksperimen sosial 30 hari pacaran pura-pura, lengkap dengan batasan yang jelas dan kata kunci aman: stop. Semakin hari, batas pura-pura mulai kabur. Di balik persona publik, Hana menemukan sisi rapuh Rio yang lelah dengan ekspektasi penggemar, sementara Rio belajar menghargai rencana hidup Hana yang rapi. Saat rekaman di balik layar bocor dan memicu drama kampus, keduanya harus memilih antara menghentikan proyek dan menyelamatkan reputasi, atau jujur soal perasaan yang tumbuh di luar skenario.