Di sebuah sekolah menengah biasa, seorang remaja undead berusaha menjalani hari-hari tanpa menarik perhatian. Dengan kulit dingin, detak jantung nihil, dan refleks yang kadang bikin kacau, ia menutupi identitasnya agar bisa merasa normal. Segalanya berubah ketika seorang teman sekelas yang ceria tidak sengaja mengetahui rahasianya dan memutuskan untuk jadi sekutu, bukan penghakim. Dari situ, keduanya mulai menavigasi momen-momen canggung yang lucu, dari kerja kelompok sampai festival sekolah, sambil menjaga rahasia tetap aman. Seiring kedekatan mereka tumbuh, sang undead belajar untuk menerima sisi dirinya yang selama ini ia simpan. Di tengah gosip yang gampang meledak dan peluang rahasia terbongkar, mereka bertumbuh lewat obrolan jujur, tawa yang tulus, dan keberanian untuk membuka diri. Cerita ini meramu komedi ringan, romansa manis, dan drama remaja yang relatable menjadi perjalanan coming-of-age yang hangat.